
Sejarah & Profil
Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku didirikan pada tahun 1963 oleh Sang Ayu Putu Wija, yang dikenal sebagai pelopor Nasi Campur Ayam Kedewatan. Berawal dari usaha sederhana di Desa Kedewatan, Ubud, perjalanan ini tumbuh menjadi rumah makan keluarga yang terus menjaga cita rasa dan resep tradisional hingga sekarang.
Pada masa awal, Ibu Mangku berjualan dari satu tempat ke tempat lain di sekitar Desa Kedewatan. Sekitar tahun 1968, beliau mulai menetap di sebuah tempat di persimpangan jalan Kedewatan. Setelah berjualan di sana selama 18 tahun, Ibu Mangku memutuskan untuk membuka usaha di rumah tinggalnya, yang kini menjadi outlet pusat Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku.
Perjalanan ini berlanjut dengan pembukaan gerai di Jalan Tukad Badung No. 11, Renon, Denpasar, pada tahun 2003. Pada tahun 2006, Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku hadir di Seminyak, kemudian membuka outlet keempat di Jimbaran pada tahun 2022. Kini, kami hadir melalui lima outlet di Bali: Kedewatan, Ubud; Tukad Badung, Renon; Kayu Jati, Seminyak; Celagi Basur, Jimbaran; serta Kengetan, Singakerta.
Di setiap hidangan, kami memadukan rempah-rempah pilihan dan bahan-bahan lokal dengan resep tradisional yang diwariskan oleh Ibu Mangku. Racikan bumbu khas Bali menjadi bagian penting dari sajian kami, menghadirkan rasa yang kaya dan menjadi ciri khas Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku.
Berkat bimbingan Ibu Mangku, usaha keluarga ini terus berkembang dengan tetap mempertahankan cita rasa yang menjadi awal perjalanan kami. Bagi kami, menyajikan Nasi Ayam Kedewatan adalah cara merawat warisan keluarga sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Bali kepada setiap pelanggan yang datang.
Sang Ayu Putu Wija
Pelopor Nasi Ayam Kedewatan